Manifesto Politik Rakyat NTT 2008
1. KPU PUSAT, Selamatkan RAKYAT dan DAERAH NTT dari para PEMBUNUH DEMOKRASI. Pembunuh DEMOKRASI di NTT adalah Institusi KPU NTT !!!
2. KPU PUSAT, Selamatkan NTT dari DISINTEGRASI BANGSA. KPU NTT Biang Konflik Horisontal di KABUPATEN SIKKA, KODYA KUPANG DAN PROVINSI NTT.
3. KPU PUSAT selamatkan generasi NTT dari belenggu Kemiskinan yang disebabkan oleh KORUPSI !!! NTT Propinsi Termiskin Nomor Empat (4) dan Propinsi Terkorup Nomor (6) NTT tidak akan pernah berubah dengan sebuah PROSES POLITIK yang penuh dengan Kecurangan dan Tipu Muslihat.
4. Masa Depan Generasi NTT Hancur di obok-obok oleh KPU NTT dan KPU NTT juga memiliki andil dalam membunuh Masa Depan GENERASI MUDA NTT. (Lost Generation).
5. KPU NTT adalah kumpulan orang-orang calo politik. Ada indikasi kuat anggota KPU NTT Menjadi Tim Sukses dari paket tertentu.
6. KPU PUSAT, Pecat KPU NTT !!! Minta KPK untuk Tangkap Semua Anggota KPU NTT. Kembali ke Ferifikasi TAHAP I !!! Demi Perubahan, Pembaharuan, dan demi RAKYAT NTT, KPU Pusat harus ambil alih PILKADA NTT.
7. KPU NTT, telah Mengangkangi UU No. 32 Tahun 2004 dan NEKAD Memperkosa PP Nomor 6 Tahun 2005. Jangankan Undang-undang dan PP, Rakyat dan Daerah mereka Bunuh.
8. KPU PUSAT, jadikan NTT sebagai PROPINSI YANG AMAN, DAMAI, ADIL DAN DEMOKRATIS. Dan JADIKAN NTT sebagai PROPINSI MODEL yang bersih dari KKN !!!
FORUM KEBANGKITAN GENERASI MUDA NTT
(FORKIT GEMA-NTT)
Sekretariat : Jl. Tim-Tim Km. 09. Oesapa-Kupang-NTT
PERNYATAAN SIKAP
Sejarah telah menoreh bahwa generasi muda adalah agen perubahan. Oleh karena itu, sebagai generasi muda NTT yang tidak pernah lupa akan sejarah dalam rangka menyongsong Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2008 kami diperhadapkan oleh sebuah persoalan/Agenda kerakyatan, yang juga menjadi persoalan BANGSA yakni PROSES PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Pilkada) NTT. Yang mana hal dimaksud mengacu atau merujuk dari UU No. 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor. 6 Tahun 2005 sebagai landasan Yuridis Formal.
Tetapi secara de Jure proses pilkada NTT menunjukan ada begitu banyak kecurangan dalam bentuk pelanggaran yang dibuat oleh Institusi Penyelenggara (Komisi Pemilihan Umum) NTT terhadap apa yang diamanatkan oleh UU No. 32 Tahun 2004 dan PP Nomor. 6 Tahun 2005 sehingga telah melahirkan gelombang protes sebagai wujud dari sikap kritis masyarakat NTT yang sangat mengedepankan KEBENARAN DARI PROSES. Karena sebuah proses yang benar dan berkualitas, maka out put pasti berkualitas.
Oleh karena itu sebagai Generasi Muda NTT yang tergabung dalam Forum Kebangkitan Generasi Muda NTT (FORKIT-GEMA NTT) membeberkan data kecurangan/pelanggaran yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum NTT. Dan hal ini adalah merupakan perbuatan melawan Hukum.
Kronologis Masalah
1. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 memerintahkan bahwa dalam pasal 42 bahwa yang berhak mendaftarkan Paket Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memiliki alokasi kursi 15% dari jumlah kursi DPRD. Tetapi yang terjadi di NTT tidak demikian, KPU NTT secara sadar, tau dan mau menerima paket calon yang tidak memenuhi kuota yang diamanatkan oleh UU No. 32 Tahun 2004 dan PP Nomor. 6 Tahun 2005. Hal dimaksud adalah perbuatan melawan hukum.
2. Hasil verifikasi tahap 1 (satu) menetapkan bahwa paket calon gubernur dan wakil gubernur adalah Tulus, Fren dan Harkat. Dan tahap kedua adalah melengkapi administrasi. Tetapi fatalnya adalah Paket yang lolos pada tahap satu dinyatakan gugur, sedangkan paket yang gugur di tahap satu diakomodir dan diloloskan oleh KPU NTT pada Tahap II. Sesungguhnya hal ini adalah sebuah proses politik yang sangat janggal dan tidak pernah terjadi di negeri ini.
3. Dalam Hasil Ferivikasi Tahap II, KPU NTT Menghilangkan Partai Persatuan Daerah (PPD) dari salah satu Koalisi Partai Pengusung Cagub dan Cawagub NTT Periode 2008-2013. Sebuah langkah Beranai untuk saling meniadakan dan membunuh Demokrasi oleh KPU NTT.
4. Ada indikasi kuat, ada paket yang tidak memiliki Ijazah, tetapi diloloskan oleh KPU NTT dan ditetapkan sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT Periode 2008-2013.
5. Dalam perintah Undang-undang bahwa setiap tahapan PILKADA harus di laporkan kepada DPRD tetapi yang terjadi KPU NTT Menerapkan Manajemen tertutup, tidak transparansi pada publik.
6. dari semua anggota KPU NTT ada salah satu Anggota KPU NTT yang tidak pernah hadir dalam setiap tingkatan proses. Hal ini menurut yang bersangkutan PROSES PILKADA NTT sangat tidak Demokratis, dan Sebagian Besar Anggota KPU NTT terlibat dalam berbagai TIM SUKSES. Dan proses penetapan PAKET CALON adalah ILEGAL.
Merujuk dari data-data di atas, maka sebagai GENERASI MUDA NTT kami perlu mengambil sikap dalam bentuk pernyataan sikap. Hal ini sangat penting, mengingat Masa Depan NTT telah diobrak-abrik oleh KPU NTT. Dan menjadi Tumbalnya adalah GENERASI MUDA DAN RAKYAT NTT mendapat pendidikan politik yang sangat buruk dan tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh KPU NTT. Maka dipandang penting untuk menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Mendesak KPU NTT agar segera menghentikan semua aktifitas/proses PILKADA yang berkonsekuensi langsung pada ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH NTT.
2. Mendesak KPU NTT agar Menganulir hasil penetapan Tahap II, dan Kembali kepada hasil Ferifikasi Tahap I, demi menyelamatkan RAKYAT dan DAERAH NTT dan dalam rangka menegakan SUPREMASI HUKUM.
3. Mendesak PANWAS PILKADA NTT agar bekerja lebih Profesional, sehingga tidak hanya menjadi “TUKANG STEMPEL”nya KPU NTT.
4. Mendesak DPRD NTT sebagai Lembaga Representasi Rakyat NTT untuk memanggil Paksa Anggota KPU NTT agar mengklarifikasi semua tahapan proses PILKADA NTT. Dan apabila terbukti KPU Mengangkangi UU No.32 Tahun 2004 dan PP Nomor 6 Tahun 2005 untuk segera menindaklanjut dengan Laporan atau Rekomendasi ke KPU PUSAT secara Hierarki.
5. Mendesak KPUD yang menyelenggarakan proses di PILKADA NTT pada Daerah Kabupaten/Kota untuk menghentikan semua Kegiatan PILKADA Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur. Rakyat jangan dikorbankan dari sebuah proses politik yang penuh dengan kecurangan.
6. Mendesak KPU PUSAT untuk Mencopot semua Anggota KPU NTT dan Mengambilalih Proses PILKADA NTT untuk mengindari Konflik Horizontal dan Disintegrasi Bangsa.
7. Menghimbau kepada seluruh WARGA MASYARAKAT NTT, agar menolak semua proses PILKADA yang diselenggarakan oleh KPU NTT, sebelum ada kejelasan dari KPU PUSAT. Dan apabila dipaksakan, maka MASYARAKAT NTT lebih baik GOLPUT ketimbang mengamini atau melegitimasi sebuah PROSES POLITIK yang kotor dan tidak bertanggungjawab.
Kupang, 10 Mei 2008
JHON
MENGAPA HARUS BENNY K.HARMAN MENJADI GUBERNUR NTT 2008-2013
KARENA NTT BUTUH PERUBAHAN DAN PEMBAHARUAN
1. NTT adalah Propinsi Terkorup No.6 (Enam) dan Termiskin Nomor 4 (Empat) di Indonesia. Sebuah Preseden Buruk bagi Masyarakat NTT, sebagai akibat dari SALAH KELOLAH DAN SALAH URUS Dalam Pembangunan Daerah. Sebagai konsekuensi logis dari permasalahan yang ada, memiliki hubungan KASUSALITAS (sebab-akibat). Jadi NTT Miskin Karena Korupsi. Maka kita membutuhkan PEMIMPIN yang Bersih agar bisa membangun, melayani dan memberdayakan masyarakat serta memimpin langsung dalam Pemberantasan KKN dan Pengentasan Kemiskinan. Menyapu Rumah yang Kotor, Butuh Sapu yang Bersih.
2. Kebijakan Pembangunan yang didominasi oleh Pemerintah, telah melahirkan Ketergantungan yang tinggi Masyarakat terhadap Pemerintah. Masyarakat yang Bermental manja dalam sebuah daerah, maka dibutuhkan seorang PEMIMPIN YANG KUAT IMANNYA,MORALNYA. Kapasitas dan Integritas Pemimpin (Strong Leader). Agar bisa memimpin masyarakat lewat PEMBERDAYAAN. Pemberdayaan Masyarakat menjadi Model Pembangunan Alternatif. Dimana Pemberdayaan lahir akibat dari pergeseran paradigma (Shift Paradigm) pembangunan dari pemerintah ke rakyat. (10 Mandat Rakyat; Pemberdayaan Petani dan Nelayan menjadi Mandat Pertama).
3. Penduduk NTT kurang lebih 85 % adalah Petani dan Nelayan. Maka sudah saatnya Pembangunan Berpusat Pada Masyarakat (people centered development). Petani dan Nelayan adalah subjek dan bukan objek dari pembangunan. Dan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di dorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pemerintah tidak lagi menjadi aktor tunggal dalam perencanaan pembangunan. Artinya Partisipasi Masyarakat Miskin pada semua tahapan atau proses pembangunan. (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi & monitoring, serta pelestariannya).
4. NTT adalah Provinsi Kepulauan yang terdiri dari 20 Kabupaten. Maka dibutuhkan Pemimpin yang masih MUDA, ENERJIK agar bisa melayani masyarakatnya. Sehingga Anggaran pembangunan tidak untuk membiayai kesehatan seorang pemimpin. Tetapi pemimpin harus melindungi rakyatnya, sebagaimana menjadi amanat konstitusi (Pembukaan UUD 1945; Melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah serta memajukan kesejahteraan umum).
NTT menempati urutan ke 3 (tiga) dari terakhir dari semua provinsi di Indonesia dalam konteks Sumber Daya Manusia. Indeks Pembangunan Manusia yang sangat parah (kronis) mengisyaratkan kepada kita bahwa BENCANA SDM di depan Mata. Kemajuan sebuah bangsa sangat tergantung dari kualitas SDM, Ethos Kerja dan Disiplin. SDM menjadi hal yang sangat strategis dalam membangun Daya Saing Masyarakat dan Daerah NTT. Oleh karena itu, SDM menjadi skala perioritas pertama dan Kesehatan menjadi skala perioritas kedua. ( 10 Mandat Rakyat; Mandat ke........................)
Senin, 19 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar